Ngukur-ngukur kaya

by - 04 Februari

Beberapa waktu yang lalu pas jalan kaki mau kerumah temen, gue ngelewatin berbagai macam toko-toko yang jual barang-barang dari harga mulai kurang dari 10 euro, puluhan euro bahkan sampai ribuan euro.

Sambil mata gue jelalatan merhatiin orang-orang Perancis lalu-lalang, ada yang pakaiannya biasa aja, ada yang dari atas sampai bawah branded semua, ada yang keluar masuk toko branded sambil jinjing tas belanja mereka dengan tampang percaya dirinya.
toko jam tangan deket tumah gue, harga jam tangannya 2000 an euro makjang...

Gue menyadari suatu hal yang rasanya thought provoking banget. Coba deh, Kalau kalian ditanya orang macam apa yang mau beli jam tangan seharga wedding package di resort di Bali? Jawaban kita pasti sama “Orang kaya”.

Sadar engga sadar selama ini kita menganggap bahwa orang kaya adalah orang yang punya uang banyak. Coba aja ketik “Cara cepat menjadi kaya” di google, maka banyak banget postingan-postingan tentang itu, dari yang masuk akal sampai sebaliknya. Itu artinya kebanyakan dari kita masih selalu mengukur bahwa kaya adalah dengan harta, dengan materi.  Punya duit banyak, rumah bagus, plesiran keluar negeri, barang-barangnya branded dsb.

Atau contoh lainnya adalah gue  yang baru menyadari bahwa selama ini gue lebih sering berdoa  “Ya Allah kasih saya uang” ketimbang “Ya Allah kasih saya kebahagiaan”. See?

Itu bikin gue bertanya ke diri gue sendiri “Jadi apakah uang sungguh-sungguh segalanya? Apakah punya uang segunung akan jadi berarti kalau lo sakit-sakitaan? Apakah punya harta berlimpah adalah hal yang membahagiakan kalau lo Cuma hidup sebatang kara? Dan apakah tinggal di rumah mewah dengan barang barang mewah menyenangkan jika keluarga lo berantakan?”. Jadi sebenarnya apasih yang kita cari kalau sebenarnya itu bukanlah uang? Ternyata gue menemukan jawabanya hanya dengan berfikir kurang dari satu jam. Yaitu "Kebahagian".

Gue ambil contoh sederhana dari diri sendiri *yang sebenarnya baru gue sadari*. Gue milih jurusan kuliah tanpa berorientasi sama uang dan tanpa mikir apakah jurusan ini peluang kerjanya besar atau engga. Kenapa? Karena sejak awal gue menyadari bahwa jurusan ini adalah jurusan yang bisa mendekatkan gue sama mimpi, goal, dan purpose yang sudah gue susun beberapa waktu silam. Kenapa begitu? Karena ketika lo punya purpose and you can achieve it, bukankah itu membahagiakan sekali?

Kembali lagi ke point awal, lalu apakah untuk dikatakan kaya kita harus punya uang banyak dulu?Bukankah itu artinya kita mengukur kaya hanya dengan satu cara? Bukankah itu artinya kita menganggap bahwa orang yang berhati besar bukan orang yang juga kaya? Gitu?

Gue rasa kaya itu bukan cuma sesuatu yang bisa kita pegang dan sentuh, kaya  juga bisa  berupa sesuatu yang cuma bisa kita rasakan seperti ketika gue ngerasa enak banget ngobrol sama stranger yang duduk di samping gue di dalam bus karena knowledgenya luas atau dinner sama senior gue sambil dengerin cerita pengalaman hidupnya jadi relawan intrernasional di daerah konflik, mendengarkan tentang bagaimana caranya bertahan hidup, melawan rasa takut dsb.

Tiba-tiba Ini mengingatkan gue lagi sama video yang pernah gue tonton di youtube yang bilang  “Orang yang miskin itu bukan mereka yang tidak punya harta tapi adalah mereka yang tidak paham  potensinya”. 

Well, Ini ngebuktiin lagi bahwa uang emang bukan segalanya dan engga segalanya selalu butuh uang kok.



You May Also Like

47 komentar

  1. Setelah baca ini gue malah jadi bersemangat untuk kaya. Kaya hati dan pikiran. :))

    Keren, Res!

    BalasHapus
  2. iya ya, secara gak sadar sering minta kaya tapi lupa bahagia
    super sekali mbak

    BalasHapus
  3. Kalo bapakku malah beda. Beliau selalu mengatakan anak adalah hal paling berharga. Pantes aku punya banyak saudara angkat dan kandung. Tapi bapak juga bilang, sebagai orang islam harus kaya. Biar bisa dengan mudah bantu orang lain.

    Aku jadi punya kesimpulan sendiri. Setiap orang punya cara untuk bahagia. Ada yang dengan punya banyak anak, harta, ataupun hanya sekedar bisa membantu orang lain. Yah, begitulah. Aku jadi ingat, "kunci bahagia adalah bersyukur." :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi bapakmu punya banyak hal yang berharga ya rummm,,, <3

      iya idem sama kamuuu

      Hapus
  4. Benar, uang (ternyata) bukanlah segalanya, bukan juga sesuatu yang bisa kita pegang, sentuh, kantongin, apalah itu. Kaya pengalaman, kaya akan wawasan, dan kaya akan rasa syukur itu lebih membanggakan dan membuat kita bahagia. Pengen bisa sekaya ituuuu, Rez! Aaaak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ca jangan teriak mulu ah :P semoga kita sama sam kayaaa yaaa

      Hapus
  5. Wah, jadi inget kata-katanya Uncle Bob Marley buat anaknya, "Uang tidak bisa membeli cinta dan kebahagiaan"

    Yupz, sebagian besar dari kita kalau ngebahas kaya, pasti tak jauh-jauh dari uang... Padahal setiap kita memiliki kekayaan yg berbeda2 dalam bentuk yg beraneka pula :)

    Upz... salam kenal :)

    BalasHapus
  6. Jadi semangat nih habis baca ini. Terkadang tidak melulu dari buku, teman tapi dari tulisan blog juga bisa kita ambil positif dan hikmahnya. Terus berbagi dan meginspirasi di blog ini ya..

    Nah betul tul, kalau kita searching di blog mah muncul macam2. Mulai dari yang benar sampe gak.. wkwk

    Setuju, uang memang bukan segalanya dan tidak segalanya selalu butuh uang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh alhamdulillah seneng deh kalo diangapnya begitu :) jadi bikin saya semangat ngeblog hehe

      Hapus
  7. Hahaha. Sependek itu emang orang kebanyakan mengartikan "kaya".

    Kalo buat gue, orang kaya adalah orang yang tau bahagianya dia dimana dan dia tau cara meraihnya. Iri kadang sama orang yang udag tau jalan menuju bahagianya itu. Hmmm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. awwwwww gue suka bangettt sama qute akhiryaaaaa <3

      Hapus
  8. Kuncinya emang di diri kita sih. Udah bisa ngatur seberapa "puas" atau belum. Banyak2 bersyukur aja and it will give a joy to your soul. Anjir ini gue sok bener abis. :))

    Anyway, salam kenal ya. Kayaknya baru pertama kali main ke sini deh. Jurusannya apa sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gue apalagi yak wkwk sok bener abis, wkwkwk

      engga ah seinget gue lo pernah main sini juga dulu :p, jurusan ilmu pendidikan saya pak hehe

      Hapus
  9. Yup baca ginian pagi2 serasa lagi denger kalimat motivasi
    Kaya nda cuma di ukuran harta benda yg kita miliki yes, tapi juga kekayaan intrlektual, berpikiran luas, banyak teman, jadi pribadi yg nyenengin dsb.
    Bahagia itu seksrang jadi barang mahal. Blum tentu yang berlimpah harta idupnya tentrem misal uda mapan, sakseis, tapi masi ngerasa kurang, jarang kumpul anak bini, anak2 jadi brsni ma ortu...itu malah jsdi tekanan batin ya jatohnya #azeegh bahasanya berat ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh beratt bangetttt :P tpai bisa dicerna kokkkk <3

      Hapus
  10. pagi pagi baca gini jadi termotivasi.
    kalo kaya emang kebanyakan dilihat dari harta, dan ternyata aku juga malah kk gitu pingin kaya pingin punya banyak duit.

    terkadang malah lupa buat bersyukur dah bahagia. kalo gak bahagia semuanya juga serasa percuma.
    ini postingan bagus, pas banget waktu bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alahmdulillah kalo begitu :) hehe salam kenal mas

      Hapus
  11. Manusia itu cuman bisa menikmati dua hal dari ketiga hal ini; kaya, bahagia dan waras. Agak susah menjadi orang yg bisa nerima kalau tanpa uang kita bahagia. Tapi, nggak sedikit juga yg baru sadar kalau ternyata uang gak bisa mereka pake untuk beli apa aja dan untuk bahagia.

    Gimana opini gue? Cihuy gak tuh haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cihuyyyy sannnn haqhahq seneng deh kalau lo udah sehat :P

      Hapus
  12. suka banget sama isi postingan ka rezki, aku suka :)
    uang memang gak selalu jadi sumber kebahagiaan, kayanya lebih tepat ke pendukung kebahagiaan deh hehe it's my opinion

    BalasHapus
  13. Uang memang bukan segalanya, apalagi bila di ukur dengan nilai kebahagiaan, temenku pernah bilang "hanya mereka yang bahagia yang mampu untuk bersyukur dalam setiap keadaan"
    hehe ok sist selamat pagi

    BalasHapus
  14. coba sini yang bilang uang bukan segalanya tolong transferin semua isi rekeningnya ke aku!

    *kemudian digampar

    uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.

    BalasHapus
  15. akkkkkkkkkhh aku pengen kaya dia :(

    BalasHapus
  16. Agreee
    Izin save last pic yaaa hihihihi


    Yang penting kaya hati 0:-)

    BalasHapus
  17. Setuju banget, Mbak, bukan soal apa yang kita miliki, tapi juga soal apa yang kita rasakan :)

    BalasHapus
  18. setuju sih, uang emang bukan segalanya, semoga postingan ini bisa mengisnpirasi banyak orang

    BalasHapus
  19. Jam tangannya keren banget nih, maklum barang branded semua ya mba

    BalasHapus
  20. Kalau ukurannya adalah nominal..seberapa banyak uang yang kita punya..kayaknya nggak bakalan ada habisnya. Sifatnya orang kan...kurang terus.

    Bener, mending yang penting bahagia. Bersyukur. Kayaknya kita akan lebih enjoy dalam menjalani hidup

    BalasHapus
  21. Aku harus kaya!!!! kaya!! Kaya calon suamimu di masa depan!!! eeaa

    BalasHapus
  22. Kalau aku mah sudah pasti lebih milih happy, hehehe. Rasanya kalau happy dan blessed itu lebih berarti daripada banyak uang. Asalkan berkecukupan, gitu aja. Soalnya aku megang duit 50 ribu aja kadang suka bingung mau jajan apa xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. demi apaaa,,,aku boro boro bingung, malah kadang jadi min wkwkw

      Hapus
  23. mungkin ditambah ya Allah bahagia smape Surga ya allah berjumpa Allah bahagia nah itu mungkin juga perlu mbak... hehe kalo banyak uang malah banyak dan tambah lama hisabnya mbak nanti.... sayang jaman ini orang seneng numpuk uang dari pada di bagi" hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas hehe, yg pnting hrus seimbaang sih yaaa, duit klo ditumpuk juga mo apa

      Hapus